Berita Terbaru Religi Apabila seseorang berkata atau bertindak dengan lemah lembut, maka hati kita pun akan terasa nyaman. Lemah lembut merupakan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sifat ini juga tercermin dalam sosok baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Sebagai umatnya, sudah sepatutnya pula kaum muslimin meneladaninya.

Bersikap lemah lembut merupakan hal yang diperintahkan Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam: “Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan,” (HR. Bukhari Muslim).

“Di sinilah yang sering kita sebagai seorang muslim lupa. Banyak sekali lupa, bahwasanya lemah lembut itu diwajibkan untuk kita kerjakan,” ujar pendakwah Ustadz Dhanu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya. (QS. Ali Imran: 159).

 

Keistimewaan Sikap Lemah Lembut

 

 

“Di sini (Ali Imran ayat 159) menceritakan sikap hati kita, kita sikap keras hati kita kasar, mereka akan menjauh. Berarti yang menjauh ini adalah orang yang baik,” sambungnya.

Ia menambahkan, Allah memerintahkan hambaNya untuk senantiasa berlemah lembut kepada siapapun, terutama kepada sesama muslim. Bahkan kepada penguasa yang zalim seperti Fir’aun pun Allah memerintahkan Nabi Musa berkata lemah lembut, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

 

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut,’’ (QS. Thaha: 44).

 

“Dia dizalimi dia tetap lembut saja sama saudaranya yang menzalimi, dia difitnah dia tetap mengambil itu saudaranya sendiri, dia tidak mau membalas. Kelemahlembutan inilah yang dinilai oleh Allah Ta’ala. Tapi bagi seseorang yang dia tidak paham tentang ayat-ayat Allah, kemudian dia menzalimi saudaranya yang lain, kemudian dia memfitnah saudaranya yang lain, dia tidak sadar bahwa dia itu menjerumuskan dirinya sendiri itu ke dalam kebinasaan,” terang Ustadz Dhanu.

 

Rasulullah kembali bersabda: “Barangsiapa yang dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti dia dijauhkan dari kebaikan,” (HR. Muslim no. 2592).

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *