Berita Terbaru Religi Pada ikatan persaudaraan, kakak dan adik jangan sampai bermusuhan. Hal ini bisa memicu putusnya tali silaturahim.

Sama dengan kewajiban anak berbakti kepada orangtua, kakak dan adik pun harus saling menghormati dan menyayangi. Sehingga, terbentuklah keluarga harmonis yang hangat, akrab, saling memahami dan mendukung satu sama lain.

Hubungan kakak dan adik dalam Islam telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda” (HR. Imam Ahmad dan ath-Thabrani)

Dilansir dari channel Youtube AL-Bahja TV, Ustadz Buya Yahya menjelaskan, tidak baik bagi kakak dan adik yang bersaudara bertengkar. Karena Allah SWT tidak akan menjamin surga bagi saudara kandung yang saling bertengkar dan memutus tali silaturahim.

Kakak dan adik yang tidak bisa akur hanya pertengkaran yang terjadi, hendaknya sanga kakak harus memaafkan. Kemudian menganyomi adiknya, walaupun ia banyak melakukan kesalahan.

 

 

Dampak Dari Permusuhan Kakak Beradik Menurut Pandangan Islam

 

 

“Maafkan mereka dengan lapang hati. Itulah pendidikan dari nabi, bukan menjadi pendendam dan bermusuhan tidak tegur sapa,” kata Buya Yahya.

Apabila ada orang lain yang ingin menjadi juru damai antara kakak dan adik tersebut, maka lakukan apa yang bisa Anda lakukan. Caranya dengan saling mengajak ngobrol mereka, juga menjabarkan kebaikan satu sama lain. Hal ini adalah upaya untuk mendamaikan kakak adik yang sedang bermusuhan.

“Berdusta dalam agama termasuk perbuatan haram, namun apabila dusta digunakan untuk mendamaikan dua orang yang sedang bermusuhan, Allah SWT akan mendamaikan dia dengan keluarganya hingga di akhirat nanti,” tambah dia.

Setelah melakukan hal yang Anda mampu lakukan, Anda bisa mediasi mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bisa jadi karena adanya adu domba dari pihak lain, karena mukmin yang kuat apabila mudah diadu domba, maka ia bukanlah mukmin yang sesungguhnya.

Mediasi juga termasuk cara sekaligus memberikan stimulus pada kakak dan adik agar terbiasa melakukan muhâsabah (evaluasi diri). Sebagai juru damai, jangan perlihatkan sikap memihak salah satu dari mereka.

Yakinkan bahwa Anda tetap memihak keduanya dan bermaksud untuk mendamaikan. Ucapkan dengan indah kepada mereka, mudah-mudahan mereka akan mendengarkan dan memperhatikan apa yang kita lakukan adalah jalan yang benar.

“Dengan begitu masyaa allah pahala yang kita dapatkan akan bergelimang keberkahan,” pungkas dia.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *