Berita Terbaru Religi Manusia seringkali berprasangka buruk terhadap orang lain, bahkan menuduh bermacam–macam. Amalan akan kacau bila kita terus–terusan memelihara pikiran dan hati yang dikuasai oleh syaitan. Berprasangka buruk merupakan sifat tercela dan tak disukai Allah SWT.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Al Bukhari No. 6064, Muslim No. 2563)

Dalam Alqur’an Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”

Pada ayat tersebut jelas bahwa Allah SWT meminta hamba-Nya menjahui perbuatan berprasangka dan mencari kesalahan orang lain.

 

Bahaya Dari Sikap Su'udzon

 

Penceramah Ustadz Fahmi Salim dalam video ceramahnya di channel Youtube iNews Religi dikutip pada hari Rabu (2/9/2020), mengatakan bahwa su’udzon atau berprasangka buruk secara umum ada dua jenis yaitu prasangka buruk terhadap Allah dan prasangka buruk terhadap manusia.

Penjelasan tentang prasangka buruk terhadap Allah disebutkan dalam Alqur’an Surah Ali ‘Imran ayat 154.

Arti dari ayat tersebut adalah:

“Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah.

Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”

Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”.

Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.”

Ayat tersebut menyebutkan prasangka buruk terhadap Allah, disebut dengan sebutan buruk yaitu prasangka jahiliyah. Allah pasti akan menyempurnakan cahaya Agama Islam, Allah akan memenangkan Islam karena ini merupakan sudah jadi takdir sejak awal menciptakan islam sebagai satu–satunya sistem bagi seluruh alam semesta dan yang mengatur umat manusia.

Maka dari itu jauhilah prasangka buruk terhadap Allah SWT. Lalu, tentang prasangka buruk terhadap sesama hamba Allah SWT yaitu sudah menyebarkan gosip atau bisa disebut fitnah tanpa mencari tahu asal muasal masalah tersebut.Penyebab suudzon terhadap manusia adalah karena hati yang kotor.

“Kita juga tidak boleh menyakiti hati orang lain, kita enggak mau disakiti hati kita oleh orang dengan prasangka buruk. Maka dengan itu sebagai imbalannya kita tidak boleh membuat orang lain sakit hati,” ujar Ustadz Fahmi Salim.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *