Berita Terbaru Religi Berkembangnya zaman telah menghadirkan kecanggihan teknologi dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Hal ini tentunya ternilai positif karena segala kemudahan yang mudah didapatkan hanya melalui satu perangkat saja, seperti ponsel, yang sudah mencakup semua yang dibutuhkan.

Salah satu kemudahannya yakni adanya aplikasi Alquran di ponsel yang memudahkan muslim untuk membaca Alquran di mana dan kapan saja, mengingat ponsel termasuk dalam kebutuhan pokok manusia yang pasti dibawa kemana pun.

Terkait hal ini, tentunya muncul pertanyaan tentang apakah membaca Alquran dalam sebuah aplikasi di ponsel diperbolehkan dan sama baiknya dengan membaca dari mushaf.

Pendakwah Habib Hasan bin Ismail al Muhdor menjelaskan, pada dasarnya membaca Alquran akan mendapatkan ganjaran 10 pahala di setiap hurufnya yang dibaca seseorang sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW.

Ditafsirkan oleh Ali bin Abi Thalib, hitungan 10 pahala tersebut adalah jika dilakukan di luar sholat dan dalam keadaan tidak berwudhu. Bila membaca Alquran dalam kondisi berwudhu, maka pahalanya ditingkatkan menjadi 25 pahala.

 

Membaca Alquran Di Ponsel Menurut Pandangan Islam

 

 

Akan berbeda lagi dengan yang membaca Alquran dalam sholatnya dengan posisi duduk, yang mendapatkan pahala hingga 50 pahala. 100 pahala akan menjadi ganjarannya bagi orang-orang yang membaca pahala dalam sholatnya dengan posisi berdiri.

“Ketika membaca Alquran, mata melihat, mulut mengucap, telinga mendengar. Maka, mata melihat huruf Alquran mendapat 10 pahala, mulut membaca 10 pahala, telinga mendengar 10 pahala. Per huruf dapat 30 pahala,” kata Habib Hasan bin Ismail al Muhdor dalam sebuah video ceramahnya.

Ia menyebutkan bahwasanya ganjaran pahala membaca Alquran, baik yang hurufnya tertulis pada kertas atau mushaf, di papan, ataupun melalui aplikasi pada ponsel hitungannya sama.

“Huruf Alquran baik itu berupa di kertas, di aplikasi handphone, atau di papan, tak ada pembahasan di sana. Huruf Alquran yang dibaca maka pahalanya akan seperti itu,” tambahnya.

Namun, yang berbeda dari pembacaan Alquran dari mushaf dan dari aplikasi di ponsel terkait dengan keberkahannya. Hal ini bergantung pada niat dari pembuat media baca Alquran yang jelas berbeda dengan mushaf Alquran yang semata-mata untuk menjelaskan agama Allah.

“Dari segi niat pembuatnya, orang kafir membuat HP ini jelas niatnya bukan untuk dakwah, bukan untuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Niatnya untuk kerja atau bahkan untuk mempermudah, untuk maksiat. Pengaruh niat perancang atau pembuat ini yang mempengaruhi berkah dari bacaan Quran-nya.” jelasnya.

Pendakwah ini mengaku bahwa menurut pengalamannya, memang membaca Alquran langsung dari mushaf akan terasa jauh berbeda dengan membaca dari aplikasi dalam ponsel. Kenikmataan, ketenangan serta keberkahan yang didapatkan setelahnya akan lain berbeda.

“Tetapi kalau dilihat dari sisi pahala, sisi ibadah, tidak ada beda. Sama-sama huruf Quran, maupun aplikasi atau tidak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *