Berita Terbaru Religi adalah Doa merupakan senjata bagi muslim. Dengan berdoa maka segala urusan kehidupan bisa menjadi lebih mudah. Hal yang mustahil sekalipun bisa jadi kenyataan lewat doa. Seorang muslim harus terus berdoa, karena Allah SWT dalam Alquran sudah berjanji mengabulkan setiap doa.

Pengabulan doa bisa dalam waktu segera, bisa juga ditunda oleh Allah sampai hamba-Nya siap menerima. Doa dikabulkan Allah dalam berbagai bentuk.

Namun, yang perlu diperhatikan ketika berdoa adalah adab agar mudah dikabulkan oleh Allah. Ibaratnya kita meminta sesuatu kepada pembesar negeri, pasti ada protokoler dan etika yang harus dijunjung saat menyampaikan keinginan.

Jika dengan manusia saja butuh adab dan etika ketika meminta sesuatu, apalagi saat memohon sesuatu kepada Allah?

Berikut beberapa adab berdoa seperti dilansir dari akun Instagram @sahabatsurga, antara lain :

 

Tips Doa Terkabul Menurut Islam

 

1. Mengangkat tangan setinggi bahu

Mengangkat kedua tangan dalam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk adab yang agung.

Di dalam kitab Shahih-nya, Imam Bukhari rahimahullah membuat bab tentang mengangkat tangan dalam berdoa. Dia membawakan beberapa hadits, yaitu dari Abu Musa Al Asy’ari, dia berkata :

دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثمُ َّرَفَعَ يَدَيْهِ وَرَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ

“Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a, kemudian mengangkat kedua tangannya, sehingga aku melihat putih kedua ketiak Beliau.”

 

2. Memulai doa dengan memuji Allah

Kita dianjurkan untuk mengawali doanya dengan menyebut nama Allah, tidak langsung dengan meminta. Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul husna).

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Araf :180)

 

3. Bersholawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Ibnul Qayyim menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al-Fatihah dalam sholat. Jadi pembuka doa adalah sholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam sholatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda :

“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

 

4. Meminta ampunan terlebih dahulu

Mendekatkan diri kepada Allah merupakan sarana terbesar untuk mendapatkan cintanya Allah. Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Di antara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah.

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, (sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun)” (QS. Nuh : 10)

 

5. Memilih waktu dan tempat yang mustajab

Berdoalah di waktu yang paling baik atau mustajab, yakni di sepertiga malam terakhir, ketika berpuasa, hari Jumat, dan hari Arafah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)

Ketika berdoa, hendaknya menghadap ke arah kiblat. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah setiap kali beliau berdoa.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari
terbenam. (HR. Muslim)

 

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *