Berita Terbaru Religi Diketahui jika awal Dzulhijjah 1441 Hijriah jatuh pada Rabu 22 Juli 2020. Artinya, anjuran berpuasa pada 9 hari pertama Dzulhijjah sudah bisa ditunaikan mulai hari ini sampai Hari Arafah yang bertepatan dengan Kamis 30 Juli 2020.

Sebagaimana dari Ibn Abbas, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan At Turmudzi.

“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (10 pertama Dzulhijjah).”

“Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh).”

Imam An Nawawi dalam kitab Syarah Sahih Muslim menyatakan, pada hari-hari di awal Dzulhijjah sangat disunahkan untuk berpuasa, “puasa termasuk amalan yang paling utama.”

Dalam Kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi juga kemudian memberikan dalil shahih mengenai syariat puasa tersebut. Yaitu hadis yang diriwayatkan dari istri-istri Nabi SAW berikut:

“Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka berkata, “Rasulullah biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya”. (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa’i. Ahmad dan Nasa’i menambahkan, “dan dua kamis”. (An Nawawi, Al-Majmu’, halaman. 387 jilid. 6)

Hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari tersebut disyari’atkan amalan yang mulia yaitu puasa. Puasa ini disunnahkan bagi yang tidak berhaji.

Dan berikut beberapa keutamaan puasa Dzulhijjah menurut riwayat Ibnu Abbas dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

 

 

Keistimewaan Berpuasa Sunah 9 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

 

 

1. Tanggal 1 Dzulhijjah: Allah mengampuni kesalahan Nabi Adam as. Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

2. Tanggal 2 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Yunus as, sehingga Nabi Yunus bisa keluar dari perut ikan yang menelannya. Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka akan dapat pahala seperti pahala orang beribadah kepada Allah selama satu tahun penuh tanpa celah (kemaksiatan) sama sekali.

3. Tanggal 3 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya. Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka Allah mengabulkan doa-doanya.

4. Tanggal 4 Dzulhijjah: Hari kelahiran Nabi Isa. Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka akan dijauhkan dari kesengsaraan, kemiskinan, serta pada hari kiamat akan dikumpulkan bersama orang-orang yang mulia.

5. Tanggal 5 Dzulhijjah: Hari kelahiran Nabi Musa. Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka dia akan terbebas dari sifat munafik dan diselamatkan dari siksa kubur.

6. Tanggal 6 Dzulhijjah: Hari dimana Allah memberikan kebaikan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka Allah memberikan rahmat kepadanya dan tidak akan mendapatkan siksa untuk selamanya.

7. Tanggal 7 Dzulhijjah: Allah menutup pintu-pintu neraka jahanam dan tidak dibuka sehingga melewati hari ke 10 bulan Zulhijah. Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan menutup 30 kesulitan yang akan menimpanya dan membuka 30 kemudahan untuknya.

8. Tanggal 8 Dzulhijjah: Barang siapa yang berpuasa pada hari Tarwiyah, akan mendapatkan pahala yang tak terkira dan hanya Allah semata yang mengetahuinya.

9. Tanggal 9 Dzulhiijah: Barang siapa yang berpuasa pada hari Arafah, Allah akan menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *