Berita Terbaru Religi Sebagai umat Muslim, tentu kita tahu dengan air yang satu ini. Air Zamzam. Sebagaimana yang diketahui, sumur zamzam sejak kali pertama ditemukan hingga kini tidak pernah habis airnya. Air zamzam penuh berkah dan banyak manfaat. Zamzam adalah air terbaik di muka bumi, salah satu kekuasaan Allah. Itu tertulis dalam Taurat dan Alquran.

Lalu siapa sebenarnya yang menggali zamzam pertama kali? Apakah benar akibat Nabi Ismail menangis kemudian menghentak-hentakan kakinya ke tanah, sehingga munculah semburan air di tengah gurun pasir Hijaz yang kering kerontang.

Ketua Program Pendidikan Manhaj Istinbath Fatwa Lembaga Dakwah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya, Jakarta, Ustadz Rakhmad Zailani Kiki menuturkan, sumur zamzam pertama kali digali oleh malaikat Jibril dan airnya diberikan kepada Siti Hajar.

Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahihnya, dari Ibnu ‘Abbas. Suatu hari ketika berada di Makkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar pondasi Kakbah, di salah satu pohon besar tepatnya di atas sumur zamzam.

“Waktu itu, tidak ada seorangpun di Makkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, dia beranjak pergi,” ujarnya pada hari Jumat (10/7/2020).

Namun Siti Hajar pun mengikuti Nabi Ibrahim sambil mengatakan, ”Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?”

Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”

 

 

Sejarah Sumur Zamzam Yang Tak Pernah Kering Sampai Hari Kiamat

 

 

“Ya,” jawab Nabi Ibrahim.

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” kata Hajar.

Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di Tsaniyah -jalan bebukitan, arah jalan ke Kada`. Lalu Nabi Ibrahim menghadap ke arah Baitullah, dan mengangkat kedua tanganny, berdoa:

 

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

 

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah qalbu sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS. Ibrahim: 37).

 

Kemudian Hajar menyusui Ismail, dan minum dari kantong air yang ditinggalkan Nabi Ibrahim. Hingga akhirnya air itu pun habis, dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, karena terus menangis.

Hajar lari tujuh kali bolak balik antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari sumber air, hingga akhirnya air muncul dari balik mata kaki Ismail yang dibaringkan di tanah. Air itulah dinamakan zamzam. Sumur zamzam sempat tertutup ratusan tahun, sebelum digali kembali oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW.

Sementara peristiwa larinya Hajar antara Shafa-Marwah diabadikan dalam Alquran dan menjadi rukun ibadah haji serta umrah.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *